DAERAHNEWSSUMUT

Warga Desa Kalang Simbara Protes Proyek Pengaspalan Jalan

Kamis, 21 September 2023, 12:15 WIB
Last Updated 2023-09-21T05:15:11Z
Ober Siahaan menunjukkan pengaspalan yang sempat terhenti saat diprotes warga karena tidak ada papan informasi proyek, Kamis (21/9).



DAIRI-BERITAGAMBAR :


Sejumlah warga Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, melakukan protes pengerjaan proyek pengaspalan jalan di desa tersebut, Kamis (21/9( pagi.


Warga Dusun V Ujung Baho, Desa Kalang Simbara, meminta agar pengerjaan proyek tersebut dihentikan sementara karena terkesan amburadul dan asal jadi.


Salah seorang warga, Ober Siahaan, mengatakan sebelumnya mereka sudah mempertanyakan sumber dana proyek itu karena tidak ada plang proyek di lokasi.


Selain itu, lanjut Ober, saat pengerjaan berlangsung, tidak ada terlihat pengawasan dari pihak terkait.


“Kami kurang terima proses pekerjaan seperti ini. Papan proyek tidak ada, pengawasan tidak ada, berari ini proyek siluman,” sebutnya.


Pekerjaan pengaspalan secara zigzag juga menjadi bahan protes warga, karena semacam tambal sulam.


“Di mana pada pekerjaannya, ada jalan yang masih layak dilalui, malah itu yang diaspal kembali. Sementara jalan berlubang di jalur yang sama dilewati. Itu kan aneh,” katan Ober diamini rekannya.


Ober Siahaan menambahkan, banyak warga setempat merasa keberatan dengan pengerjaan proyek itu. Mereka pun rencanakan mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Dairi, karena mereka menilai pekerjaan tersebut terkesan mubazir dan amburadul.


Sambil menunjukan pengaspalan yang sebahagian sudah selesai dikerjakan, warga menyesalkan beberapa badan jalan baru diaspal sudah ada yang rusak.


Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Dairi, Masaraya Berutu, di ruang kerjanya, membenarkan kegiatan tersebut dari PUTR.



“Nama kegiatan Pemeliharaan Periodik Jalan Jurusan Ujung Baho – Kalang Simbara, Link. 375, Kecamatan Sidikalang dengan pelaksana CV Tama dan nilai kontrak Rp179.478.000. Soal volume kita coba tanya nanti yang membidangi,” ucapnya


Soal papan proyek, lanjut Berutu, sesuai pengakuan pelaksana ada dua unit dipasang di lokasi, namun hilang.


“Informasi proyek sudah dipasang oleh rekanan sebelumnya, dan terkait penanganan titik yang dikerjakan merupakan penanganan efektif yang rusak berat,” kata Berutu.


“Menyangkut protes warga terhadap metode pekerjaan, memang kegiatan pemeliharan secara zigzag. Nanti kita akan segera memerintahkan Kepala Bidang Bina Marga turun ke lapangan,” tandasnya.(BG/DA)

TRENDINGMore